Foto Istimewa
(IHINEWS) Karawang, 18/08/2025 Di tengah gemuruh keterpurukan ekonomi rakyat yang semakin dalam, video viral anggota DPR/MPR yang asyik berjoget usai sidang paripurna dan upacara HUT RI ke-80 menjadi tamparan keras bagi rakyat Indonesia. Aksi ini bukan sekadar kesalahan etika biasa, melainkan cermin nyata betapa para wakil rakyat telah kehilangan sensitivitas di saat konstituen mereka sedang berjuang melawan PHK massal, inflasi pangan, dan ketidakpastian ekonomi.
Sementara data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stagnan sementara 44.195 pekerja harus kehilangan mata pencaharian sepanjang Januari – Juni 2025, para elite politik justru terlihat riang menari-nari. Yang lebih memilukan, tarian ini terjadi tepat setelah pembacaan nota keuangan yang memuat kebijakan penghematan anggaran yang akan berdampak langsung pada rakyat kecil.
Fenomena ini bukanlah insiden tunggal, melainkan bagian dari pola ketidakpekaan yang sistemik. Para wakil rakyat sibuk berjoget sementara rakyat sibuk untuk sekedar bisa makan. Para wakil rakyat membiarkan pemotongan anggaran sosial untuk program-program bantuan pangan dan subsidi Kesehatan sementara mereka menikmati kenaikan gaji yang mencapai Rp3 juta/hari. Belum lagi kenyataan akan sulitnya rakyat memperoleh pekerjaan dan tingginya angka PHK dan permasalahan lainnya.
Aksi joget ini mempertanyakan esensi demokrasi kita, bagaimana mungkin para wakil rakyat bisa memahami jeritan konstituen jika mereka sibuk berjoget di saat rakyat kesulitan ?. Publik juga bisa mempertanyakan letak tanggung jawab moral mereka sebagai pemimpim bangsa. Atau itu semua sebagai bentuk baru tari kemiskinan yang dimainkan oleh para elite negara ?.
Tarian para pejabat ini mungkin akan berlalu dan dilupakan, tetapi luka di hati rakyat akan terus menganga. Krisis kepercayaan yang ditimbulkan oleh insiden ini jauh lebih berbahaya daripada krisis ekonomi itu sendiri. Jika tidak segera diperbaiki, demokrasi kita akan menjelma menjadi sekadar pesta elite yang menari di atas penderitaan rakyat.
Shanto Adi P/Editor

