DARI PADA BERSAING EKSPOR, LEBIH BAIK CIPTAKAN PASAR BARU DENGAN MENAIKAN DAYA BELI RAKYAT

Foto Istimewa

 

(IHINEWS) Karawang 09/08/2025 Narasi yang sering kita dengar dari pemerintah adalah dorongan untuk meningkatkan ekspor sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Namun, kritik yang semakin menguat mempertanyakan prioritas ini. Daripada mati-matian mencari pasar di luar negeri yang penuh persaingan, mengapa pemerintah tidak fokus pada hal yang lebih fundamental: meningkatkan daya beli rakyatnya sendiri?

 

Kritik ini berakar pada pandangan bahwa pasar domestik yang kuat adalah fondasi ekonomi yang paling stabil dan berdaya tahan. Mengapa harus bersaing di pasar global yang penuh ketidakpastian—dengan tarif, gejolak politik, dan persaingan ketat—jika kita memiliki potensi pasar yang sangat besar di dalam negeri? Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, Indonesia seharusnya menjadi pasar utamanya sendiri.

 

Ketika pemerintah mengutamakan ekspor, sering kali ada konsekuensi yang tidak disadari. Produk-produk berkualitas tinggi berorientasi ekspor justru dijual dengan harga lebih murah di luar negeri demi daya saing, sementara di dalam negeri, harganya tetap tinggi, bahkan naik. Ini menciptakan ironi di mana rakyatnya sendiri tidak mampu menikmati hasil kerja kerasnya.

 

Sebaliknya, jika fokus dialihkan pada peningkatan daya beli, efek domino yang positif akan tercipta. Peningkatan upah, penciptaan lapangan kerja yang layak, dan jaminan sosial yang lebih baik akan membuat masyarakat memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan. Ketika daya beli meningkat, permintaan terhadap produk-produk dalam negeri pun akan naik secara alami.

 

Pabrik Lokal Tumbuh: Perusahaan dalam negeri, mulai dari UMKM hingga industri besar, akan mendapatkan keuntungan dari permintaan yang kuat ini. Mereka tidak perlu bergantung pada pesanan dari luar negeri dan bisa lebih fokus pada kualitas produk untuk pasar sendiri.

 

Penciptaan Lapangan Kerja: Permintaan yang tinggi akan mendorong pabrik-pabrik untuk berproduksi lebih banyak, yang pada gilirannya akan membuka lapangan kerja baru dan menstabilkan ekonomi lokal.

 

Kemandirian Ekonomi: Dengan mengandalkan pasar domestik, ekonomi Indonesia menjadi lebih kebal terhadap krisis global. Ketika pasar ekspor lesu, konsumsi internal yang kuat akan menjadi bantalan yang menopang pertumbuhan.

 

Narasi ini bukan menolak ekspor sama sekali, tetapi menempatkan prioritas yang berbeda. Ekspor harus menjadi pelengkap, bukan tulang punggung utama. Kesejahteraan rakyat, yang diukur dari daya beli mereka, adalah indikator paling jujur dari kesehatan ekonomi sebuah bangsa. Mendorong daya beli rakyat berarti membangun pasar yang paling loyal dan stabil, yaitu rakyatnya sendiri, yang pada akhirnya akan menjadi kekuatan pendorong ekonomi yang jauh lebih kuat dan berkelanjutan.

 

 

 

Shanto Adi P/Editor

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted