FRAGMENTASI SP/SB, ANCAMAN INTERNAL DALAM PERJUANGAN KOLEKTIF

(IHINEWS) Karawang (13/06/2025) Fragmentasi gerakan serikat buruh Indonesia bukan sekadar perpecahan organisasional, melainkan krisis struktural yang menggerogoti fondasi perjuangan buruh. Dengan 11.766 serikat buruh terdaftar terbagi dalam tiga konfederasi besar (KSPSI, KSPI, KSBSI) dan puluhan federasi independent gerakan ini terjebak dalam “paradoks pluralisme”, semakin banyak organisasi, semakin lemah daya tekan kolektif. Akar masalahnya terletak pada warisan politik Orde Baru yang sengaja memecah-belah serikat buruh, serta transformasi pasca-Reformasi yang justru memperdalam sektarianisme.

Keanggotaan SP/SB hanya sekitar 3,4 juta atau 3 persen dari sekitar 114,5 juta pekerja Indonesia. Padahal, riset Universitas Nasional (2020) membuktikan buruh berserikat berpeluang mendapat upah 17% lebih tinggi. SP/SB saat ini di dominasi oleh serikat pekerja yang dibentuk oleh Perusahaan (STPT) hal ini dibuktikan dengan data bahwa 90 persen Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dibuat oleh serikat buruh/serikat pekerja level Perusahaan, bukan federasi nasional, sehingga isu strategis seperti upah sectoral dan anti outsourcing terabaikan. Selain itu di federasi SP/SB dan Konfederasi terjadi polarisasi, mereka saling bersaing bukannya berkolaborasi terutama dalam aksi massa dan lobi-lobi politik.

Fragmentasi serikat buruh Indonesia bukan hanya masalah organisasi, ini adalah refleksi kegagalan negara mengelola demokrasi industri. Selama 25 tahun pasca-Reformasi, buruh terjebak dalam lingkaran setan: banyak serikat, sedikit perlindungan. Jika konsolidasi tidak segera dilakukan, gerakan buruh akan menjadi gajah ompong, besar secara kuantitas, tetapi tak berdaya melindungi anggotanya sendiri. Seperti peringatan Rochadi: “Buruh yang terpecah adalah buruh yang takluk sebelum berperang”*. 194 juta orang miskin Indonesia yang sebagian besar adalah buruh akan tetap terpinggirkan oleh retorika pembangunan yang tak inklusif. Fragmentasi adalah musuh dalam selimut, dan hanya solidaritas yang bisa mengubahnya menjadi kekuatan.

Shanto Adi P/Editor

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted